PEKANBARU — Sebanyak 61,4% lulusan SMK Kehutanan Negeri Pekanbaru langsung mengabdi di sektor kehutanan setelah lulus tahun ini.
Kepala sekolah mengatakan, dari 101 lulusan yang dikukuhkan pada Rabu (13/5), 62 orang sudah ditempatkan di berbagai instansi dan perusahaan kehutanan.
Sebanyak 40 lulusan Mengabdi sebagai Masyarakat Peduli Api (MPA), Masyarakat Mitra Polhut (MMP) untuk tugas pengamanan dan pengendalian kebakaran hutan. Sementara 16 orang mengabdi di perusahaan anggota Asosiasi Pengusaha Hutan Indonesia (APHI), dan 6 orang ditempatkan di Persemaian Permanen di Sumatra Barat.
Selain itu, 24 lulusan mengikuti program magang untuk memperdalam keahlian. Enam orang lainnya melanjutkan studi ke perguruan tinggi melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP).
Kepala Pusat Perencanaan Pengembangan SDM Kementerian Kehutanan, Dr. U. Mamat Rahmat, mengatakan para lulusan adalah garda terdepan dalam menjaga kelestarian hutan Indonesia. Menurutnya, keberhasilan penempatan ini menunjukkan pendidikan vokasi kehutanan sudah menjawab kebutuhan lapangan.
"Hutan Indonesia memerlukan generasi tangguh yang siap memberikan kontribusi nyata dan dedikasi penuh di lapangan. Mereka tidak hanya bekerja, tetapi mengabdi untuk menjaga sumber daya alam bangsa," ujar Rahmat.
Ia menambahkan, Kementerian Kehutanan akan terus memperkuat kolaborasi dengan SMK Kehutanan Negeri agar lulusan memiliki kompetensi yang relevan dengan tantangan pengelolaan hutan saat ini, termasuk pengendalian kebakaran hutan dan rehabilitasi lahan.
Kepala SMK Kehutanan Negeri Pekanbaru, Slamet Supriyadi, menyebut capaian ini mencerminkan relevansi kurikulum sekolah dengan kebutuhan pembangunan sektor kehutanan nasional.