Memuat Halaman...

WORKSHOP JURNALISTIK 2026

04 Aug 2026
Admin SMK
WORKSHOP JURNALISTIK 2026

Perpustakaan Wana Hartika menghadirkan praktisi dan akademisi komunikasi untuk meningkatkan literasi, keterampilan jurnalistik, dan kemampuan publikasi siswa kelas X dan XI SMK Kehutanan Negeri Pekanbaru.

Pekanbaru, 25 Juli 2026 - Dalam upaya menumbuhkan budaya literasi sekaligus meningkatkan kemampuan komunikasi peserta didik di era digital, Perpustakaan Wana Hartika SMK Kehutanan Negeri Pekanbaru menyelenggarakan Workshop Jurnalistik Tahun 2026 dengan mengusung tema "Mengenalkan Dunia Jurnalistik pada Rimbawan Muda". Kegiatan yang diikuti oleh siswa-siswi kelas X dan XI ini menjadi wadah pembelajaran untuk mengenalkan dunia jurnalistik, baik media cetak maupun media elektronik dan digital, sebagai bekal dalam mendokumentasikan berbagai aktivitas, prestasi, serta isu-isu lingkungan secara informatif dan bertanggung jawab.

Workshop ini merupakan salah satu bentuk komitmen sekolah dalam mengembangkan kompetensi peserta didik yang tidak hanya unggul di bidang kehutanan, tetapi juga memiliki kemampuan berpikir kritis, literasi informasi, dan komunikasi publik. Di tengah derasnya arus informasi digital, kemampuan menyampaikan informasi yang benar, akurat, dan beretika menjadi keterampilan yang sangat penting dimiliki oleh generasi muda.

Kegiatan menghadirkan dua narasumber yang berpengalaman di bidang jurnalistik dan komunikasi, yaitu Herman Thamrin, penulis, sastrawan, sekaligus pemerhati budaya, serta Dr. Desliana Dwita, S.IP., M.I.Kom., mantan wartawan dan reporter yang saat ini mengabdi sebagai dosen Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Riau.

Dalam sesi pertama, Herman Thamrin mengajak peserta memahami dasar-dasar jurnalistik, mulai dari pentingnya budaya membaca dan menulis, teknik menggali fakta, hingga menyusun berita yang menarik, faktual, dan mudah dipahami pembaca. Menurutnya, kemampuan menulis bukan hanya menjadi sarana menyampaikan informasi, tetapi juga menjadi media untuk mendokumentasikan sejarah, pengalaman, serta berbagai nilai yang dapat diwariskan kepada generasi berikutnya.

Sementara itu, pada sesi berikutnya, Dr. Desliana Dwita memperkenalkan perkembangan jurnalistik noncetak yang kini berkembang pesat melalui media radio, televisi, dan berbagai platform digital seperti YouTube. Peserta diajak memahami bagaimana perkembangan teknologi telah mengubah cara masyarakat memperoleh informasi, sekaligus pentingnya menghasilkan konten yang edukatif, kreatif, dan dapat dipertanggungjawabkan.

Tidak hanya menerima materi, para peserta juga diberikan kesempatan untuk mengikuti latihan sederhana di setiap akhir sesi. Melalui praktik tersebut, siswa belajar mengidentifikasi nilai berita, menyusun informasi secara sistematis, serta menyampaikan pesan dengan bahasa yang efektif sesuai prinsip-prinsip jurnalistik. Pendekatan ini diharapkan mampu meningkatkan pemahaman sekaligus menumbuhkan rasa percaya diri peserta dalam menghasilkan karya jurnalistik.

Melalui workshop ini, sekolah berharap dapat menemukan peserta didik yang memiliki minat dan bakat di bidang kepenulisan, jurnalistik, fotografi, videografi, maupun produksi konten digital. Potensi tersebut selanjutnya akan dibina melalui Majalah 5ilva Generasi 4 dan Tim Jurnalistik OSIS SMK Kehutanan Negeri Pekanbaru sebagai wadah pengembangan kreativitas, publikasi kegiatan sekolah, serta media informasi yang mampu memperkenalkan berbagai prestasi dan inovasi sekolah kepada masyarakat.

Lebih dari sekadar pelatihan menulis berita, Workshop Jurnalistik 2026 menjadi langkah awal dalam membangun budaya literasi yang berkelanjutan di lingkungan sekolah. Peserta didik diharapkan tidak hanya menjadi pembaca informasi, tetapi juga mampu menjadi penulis, fotografer, videografer, maupun content creator yang bertanggung jawab dalam mendokumentasikan setiap proses pembelajaran, kegiatan, prestasi, dan aksi pelestarian lingkungan yang dilakukan oleh warga sekolah.

Sebagai satu-satunya sekolah menengah kejuruan bidang kehutanan di Provinsi Riau yang berada di bawah naungan Kementerian Kehutanan, SMK Kehutanan Negeri Pekanbaru terus berkomitmen mencetak generasi rimbawan yang tidak hanya memiliki kompetensi teknis di bidang kehutanan, tetapi juga mampu menjadi komunikator yang menyampaikan informasi secara objektif, edukatif, dan inspiratif. Kemampuan mengelola informasi merupakan bagian penting dalam mendukung pembangunan kehutanan yang berkelanjutan serta meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kelestarian hutan.

Menulis Jejak, Menjaga Masa Depan

Setiap langkah seorang rimbawan selalu menyimpan cerita. Di balik pohon yang tumbuh, kawasan hutan yang tetap lestari, hingga setiap aksi nyata menjaga alam, terdapat nilai-nilai yang layak didokumentasikan dan dibagikan kepada masyarakat. Melalui kemampuan menulis, memotret, dan bercerita, generasi muda tidak hanya menjadi saksi perjalanan pelestarian hutan, tetapi juga menjadi penyampai pesan yang mampu menggerakkan kepedulian banyak orang.

Workshop Jurnalistik 2026 menjadi awal lahirnya generasi rimbawan yang tidak hanya terampil bekerja di lapangan, tetapi juga mampu mengabadikan setiap karya, prestasi, dan pengabdian melalui tulisan yang bermakna. Karena menjaga hutan bukan sekadar menanam pohon, melainkan juga menjaga pengetahuan, menyebarkan inspirasi, dan mewariskan harapan kepada generasi berikutnya. Sebab ketika hutan memiliki penjaga dan setiap perjuangan memiliki cerita, di sanalah masa depan Indonesia akan tetap tumbuh hijau. 🌿